Jenis Garam dan Kegunaannya

10 Jenis Garam dan Kegunaannya, Sudah Tahukah Kamu?

Garam merupakan salah satu bahan masakan yang wajib ada di dapur. Setiap kita memasak pun hampir selalu menggunakan bahan satu ini. Cita rasanya yang gurih, membuat bahan satu ini sangat cocok untuk ditaburkan di atas telur, daging, kacang, dll. Selain untuk memerlezat makanan, garam juga sangat bermanfaat untuk kesehatan lho.

Meski setiap hari mengonsumsi garam, tak semua dari kita tahu berbagai jenis garam dan kegunaannya. Padahal semua jenis garam tersebut memiliki karakteristik yang berbeda lho. Mulai dari kandungan, bentuk, warna, hingga manfaatnya. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Garam Meja

Jenis garam yang pertama adalah garam meja atau yang lebih dikenal dengan nama garam dapur. Garam ini paling sering digunakan di kalangan masyarakat umum. Garam ini didapatkan dari endapan garam yang ada di bawah tanah. Bentuk asli gula ini halus, lalu diolah dan ditambahkan agen anti-caking dengan tujuan untuk menimalisir terjadinya garam menggumpal.

Pada garam meja ini juga ditambahkan yodium untuk mencegah gizi buruk pada anak-anak karena kekurangan yodium. Selain itu, garam meja juga dapat meningkatkan pembentukan enzim dan zat gizi lain dalam makanan sehingga membantu proses pencernaan kita.

Garam Laut

Garam ini berasal dari air laut murni yang mengalami evaporasi sehingga hanya tersisa butiran garamnya saja yang mengandung banyak natrium klorida aalami tetapi mengandung sedikit mineral. Garam laut ini memiliki rasa yang lebih kuat karena kandungannya lebih kompleks daripada garam lainnya.

Jika mengonsumsi garam laut ini dengan kadar yang tepat, maka kamu bisa mendapat banyak manfaat. Diantaranya adalah meningkatkan kesehatan gigi, melindungi kulit, keseimbangan elektrolit tubuh, hingga meningkatkan kualitas tidurmu.

Garam Himalaya

Garam satu ini dihasilkan dari pertambangan garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine Pakistan, bukan berasal dari Pegunungan Himalaya seperti nama garam tersebut. Garam himalaya merupakan garam yang kaya akan zat besi sehingga memberikan karakteristik warna merah muda pada garam tersebut.

Meski kandungan natriumnya yang lebih rendah daripada garam meja, garam himalaya memiliki 80 mineral baik yang dibutuhkan oleh tubuh kita lho. Kandungan mineral yang ada dalam garam ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah mengurangi risiko infeksi luka, mencegah tekanan darah tinggi, menyeimbangkan pH di tubuh, mengurangi kram otot, menjaga kesehatan gula darah, dan menjaga kesehatan asam-basa dalam sel.

Garam Kosher

Selanjutnya adalah garam kosher, garam satu ini memiliki tekstur yang kasar seperti kristal. Garam kosher tidak mengandung agen anti-caking sehingga mudah menggumpal. Selain itu, garam ini juga tak mengandung yodium tambahan di dalamnya, sehingga rasanya pun lebih ringan. Jadi, bisa dikatakan bahwa gula kosher memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan garam meja.

Garam Celtic

Garam satu ini lebih dikenal orang dengan nama garam abu-abu (grey salt), karena penampakan warnanya keabu-abuan. Kandungan air dalam garam celtic ini sedikit sehingga bisa membuat teksturnya tetap lembab. Garam celtic ini juga sama seperti garam lain yang memiliki kandungan sejumlah mineral. Pembedanya adalah kadar natrium gula celtic ini lebih rendah daripada garam meja. Manfaat yang didapat jika mengonsumsi garam ini adalah bisa mencegah kram otot. Hal ini dikarenakan garam celtic memiliki sifat basa.

Kala Namak (Garam Hitam)

Gula satu ini bernama kala namak (bahasa Nepal) yang artinya garam hitam. Garam ini dikemas dalam toples, lalu dicampur dengan arang, herba, biji-bijian dan kayu-kayuan. Setelah itu dibakar dalam perapian sekitar 24 jam. Langkah terakhir, didinginkan dan disimpan.

Keunikan proses pembuatan garam ini membuatnya memiliki karakteristik yang beda dari garam lain. Mulai dari warnanya yang merah kehitaman, rasanya yang tajam, sensasi rasa asin yang unik, dan aroma khas telur yang menggugah selera. Maka dari itu tak jarang para vegan dan vegetarian menjadikan garam ini sebagai campuran makanan yang bebas telur.

Hawaiian Salt (Garam Hawaii)

Jika dilihat sekilas, garam satu ini cenderung berwarna kecoklatan. Padahal aslinya garam ini memiliki tiga warna, yaitu merah, putih, dan hitam. Hal ini dikarenakan garam hawai ini dihasilkan dari campuran air laut dan tanah liat gunung berapi. Garam ini kaya akan mineral baik dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Diantaranya adalah meningkatkan fokus, meningkatkan sistem imun, dan menyehatkan paru-paru. Hawaiian salt ini cocok lho digunakan untuk masakan daging ataupun seafood.

Smoked Salt (Garam Asap)

Garam asap merupakan garam yang diolah khusus dengan cara diasapi sejumlah kayu terpilih sekitar 14 hari. Garam ini digunakan untuk meningkatkan sensasi rasa berasap pada suatu hidangan. Biasanya garam asap cocok untuk ditambahkan pada masakan daging, kentang, ataupun sayuran lain.

Fleur De Sel (Bunga Garam)

Dalam bahasa Perancis “Fleur de sel” atau yang berarti “bunga garam” disebut-sebut sebagai garam yang paling mahal di dunia. Nama bunga garam berasal dari pola kristal seperti bentuk bunga pada kerak garam yang ada di laut.

Pengguna garam ini mayoritas adalah seorang koki profesional. Mereka menggunakannya sebagai finisihing touch saat memasak hingga menjadikannya sebagai garnish pada makanan. Garam satu ini terbuat dari air laut yang kaya akan mineral. Salah satu manfaatnya adalah menjadi sumber energi untuk tubuh.

Magnesium Sulfat (Garam Epsom)

Garam Epsom juga dikenal sebagai Magnesium Sulfat. Merupakan senyawa kimia yang terbuat dari magnesium, belerang, dan oksigen. Karakteristik garam ini cukup mirip dengan garam meja. Dalam pengaplikasiannya, biasanya garam ini digunakan untu membantu membersihkan penyumbatan di dalam usus besar. Selain itu, pembuatan tahu pun biasanya menambahkan garam satu ini.

Nah sekarang kamu sudah tahu ya, jika ada berbagai jenis garam dari berbagai negara. Tidak ada salahnya lho jika kamu mulai mencobanya dan merasakan masakan dengan cita rasa baru. Selamat mencoba!

Leave a Comment