Perbedaan Gula

Yuk Kenali 4 Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah (+ Gula Batok)

Selain gula pasir, kita juga mengenal varian gula padat lain seperti gula aren dan gula merah. Tapi tak banyak dari kita yang mengetahui perbedaan gula aren dan gula merah. Padahal kedua gula tersebut memiliki bentuk, bahan baku, dan teksturnya yang berbeda, meski rasanya hampir sama.

Dari semua perbedaan itu yang paling mudah diketahui adalah dari warnanya. Kamu hanya perlu melihat dan membandingkan sekilas, pasti sudah tahu perbedaannya. Jika kamu masih bingung, yuk langsung aja simak perbedaan gula aren dan gula merah di bawah ini!

Gula Merah

Gula Merah
Image Source: selerasa.com

Dalam kebiasaan masyarakat, gula merah juga lazim disebut dengan nama gula Jawa. Hal ini dikarenakan di Pulau Jawa banyak pembuat gula merah. Baik gula merah, gula aren, maupun gula batok semuanya terbuat dari air legen atau nira, yaitu cairan manis yang berasal dari tandan bunga. Hanya saja jenis nira nya yang berbeda.

Pada umumnya, gula jawa memiliki penampakan warna coklat yang terang dibandingkan jenis gula nira lainnya. Hal ini dikarenakan gula merah ini dibuat dari nira tumbuhan palem atau kelapa. Gula merah biasanya memiliki bentuk silinder sedang seperti tabung, tapi ada juga yang dicetak dengan batok kelapa.

Untuk penggunaannya, biasanya gula merah ini dijadikan pemanis untuk masakan, bahan tambahan sambal untuk mengurangi sensasi pedas, pewarna beras ketan untuk wajik, hingga untuk campuran bumbu rujak.

Gula Aren

Gula Aren
Image Source: idntimes.com

Selanjutnya kita beralih pada gula aren. Untuk gula satu ini terbuat dari nira pohon aren atau enau. Nira yang telah disadap ini dimasak hingga mengental, lalu dituang dalam cetakan dan didinginkan. Gula aren maupun gula jawa asli, disebut benar-benar asli jika dibuat 100% dari bahan alami (nira) tanpa campuran bahan lain.

Dibandingkan dengan gula merah, penampakan warna coklat dari gula aren lebih gelap. Ini bisa dipastikan karena bahan pembuatannya pun berbeda. Gula aren menggunakan nira pohon aren, sedangkan gula merah menggunakan nira pohon kelapa. Untuk bentuknya, gula aren ini biasanya berbentuk potongan bundar atau potongan silinder. Dari segi rasa, gula aren memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang kuat dibandingkan dengan gula merah. Gula aren jika dihancurkan atau dipotong kecil-kecil, bagian dalamnya akan terlihat seperti serbuk yang mengkristal.

Untuk penggunaanya, gula aren ini sangat cocok untuk dijadikan saus minuman atau makanan seperti bubur sumsum. Hal ini dikarenakan, tanpa pemanis buatan pun rasa manis dalam minuman dan makanan sudah pas.

Gula Batok

Gula Batok
Image Source: cookpad.com

Dari namanya saja sudah dapat dipastikan bahwa bentuk gula nira satu ini menyerupai batok atau tempurung kelapa. Untuk bahan pembuatannya, sebenarnya gula batok juga sama seperti gula aren. Sama-sama berasal dari nira pohon aren, namun yang menjadikan berbeda adalah wadah cetakannya yaitu tempurung kelapa atau cetakan berbentuk setengah lingkaran.

Pada umumnya penampakan warna gula batok, warna coklatnya lebih pekat jika dibandingkan dengan gula nira lainnya. Tapi ada juga kok yang berwarna coklat terang. Hal ini dikarenakan bahan pembuatnya adalah nira kelapa. Dari segi tekstur, gula batok ini lebih keras daripada gula aren maupun gula merah.

Untu penggunaannya, gula batok yang berwarna coklat kehitaman ini bisa digunakan untuk kuah atau saus yang berwarna gelap. Misalnya kuah cuko pempek khas palembang.

Kesimpulan Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah

Perbedaan Gula
Image Source: idntimes.com

Bahan Pembuatan

  • Gula Merah: nira pohon kelapa
  • Gula Aren: nira pohon aren
  • Gula Batok: bisa memakai nira pohon kelapa atau pohon aren (tergantung warna dan tekstur yang diinginkan)

Bentuk dan Tekstur

  • Gula Merah: keras
  • Gula Aren: rapuh (mudah dihancurkan)
  • Gula Batok: sangat keras

Warna

  • Gula Merah: coklat cerah
  • Gula Aren: coklat
  • Gula Batok: coklat tua kehitaman (berbahan dasar nira aren), jika coklat cerah (berbahan dasar nira kelapa)

Kegunaan

  • Gula Merah: bisa digunakan sebagai pemanis tambahan, bahan tambahan untuk mengurangi sensasi pedas, pewarna makanan, hingga untuk campuran bumbu
  • Gula Aren: bisa digunakan sebagai kuah atau saus minuman (pengganti gula pasir) karena rasa manisnya sudah pas
  • Gula Batok: bisa digunakan sebagai kuah atau saus yang berwarna coklat pekat kehitaman

Oia, kamu harus tau jika di semua wilayah Indonesia, penyebutan nama gula bisa juga berbeda lho. Tapi pada umumnya, mereka lebih familiar dengan sebutan nama gula merah. Semoga ulasan di atas bisa membantumu mengetahui perbedaan gula aren dan gula merah yaa. Semoga bermanfaat!

 

Leave a Comment