Perbedaan Sukrosa, Glukosa, dan Fruktosa

Apa Perbedaan Sukrosa, Glukosa, dan Fruktosa? Simak Ulasannya Disini!

Mendengar istilah sukrosa, glukosa, dan fruktosa mungkin kamu sudah tak asing ya. Yak, saya bisa menjamin bahwa kamu sudah mengetahuinya karena ketiga istilah ini sering ditemukan pada bagian belakang kemasan makanan, tepatnya pada keterangan komposisi bahan. Meski ketiganya sering kamu temukan dalam kemasan makanan, pernahkah kamu bertanya, apa peran pemanis ini dalam bahan pangan? Apakah ada efeknya untuk kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering?

Kami memprediksi bahwa tak semua dari kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan di atas. Nah, maka dari itu kami mengulasnya dalam artikel ini. Yuk simak ulasan perihal perbedaan sukrosa, glukosa, dan fruktosa berikut ini. Semoga bermanfaat yaa!

SUKROSA

Sukrosa dalam Gula Pasir
Image Source: hellodoc.com

Sebenarnya kita sudah sangat familiar dengan sukrosa. Sukrosa sendiri adalah nama ilmiah dari gula pasir yang setiap hari kita konsumsi. Dari sudut pandang ilmu kimia, sukrosa disusun oleh dua molekul (fruktosa dan glukosa). Nah saat proses penyerapannya, sukrosa dipecah oleh tubuh menjadi fruktosa dan glukosa. Fruktosa disimpan menjadi lemak, sedangkan glukosa menjadi energi.

Pada umumnya sukrosa ditambahkan pada makanan atau minuman kemasan. Diantaranya adalah pada permen, es krim, sereal, makanan kaleng, soda, dan minuman manis lainnya. Sedangkan pada bahan pangan alami, kamu bisa menemukan sukrosa pada banyak jenis sayuran, buah-buahan, hingga biji-bijian. Pada makanan dan minuman kemasan biasanya menggunakan sukrosa yang berasal dari bit atau tebu. Perihal rasa, kemanisan sukrosa lebih manis dari glukosa dan tak lebih manis dari fruktosa.

GLUKOSA

Glukosa dalam Singkong
Image Source: shutterstcok.com

Dibandingkan dengan sukrosa, glokusa hanya memiliki satu molekul yang lebih sederhana. Perihal rasa, glukosa tak semanis sukrosa maupun fruktosa. Glukosa sendiri merupakan pondasi utama dari zat karbohidrat yang kerap kita temukan pada bahan pangan seperti kentang, singkong, gandum, dan jagung.

Pada makanan atau minuman kemasan, glukosa sudah diekstrak menjadi tepung hingga sirup. Namun berdasarkan data dari US Department of Agriculture, sirup glukosa tak mengandung mineral dan vitamin. Hal ini menjadikan manfaatnya tak sebagus dari glukosa alami.

Disisi lain jika kamu mengonsumsi sirup glukosa secara berlebih dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan lho. Diantaranya adalah kegemukan, naiknya gula darah, kesehatan gigi memburuk, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Maka dari itu, usahakan glukosa yang kamu konsumsi adalah yang alami ya.

FRUKTOSA

Fruktosa Dalam Tebu
Image Source: pxhere.com

Jenis pemanis yang terakhir adalah fruktosa. Meski hanya memiliki satu molekul, tingkat kemanisan fruktosa lebih tinggi dibandingkan dengan glukosa maupun sukrosa. Fruktosa bisa kamu temukan pada bahan alami seperti madu, tebu, bit, jagung, dan beberapa buah lain. Pada pengaplikasiannya, fruktosa lebih banyak dijual dalam bentuk sirup atau langsung terkandung dalam makanan atau minuman kemasan.

Karena rasa manis fruktosa yang paling tinggi, maka kami menyarankan supaya tak menggunakan pemanis ini dalam kuantitas yang banyak. Cukup gunakan sedikit saja, maka makanan atau minuman yang kamu buat tetap bisa manis. Disisi lain, jika kamu mengonsumsi fruktosa terlalu banyak maka rawan terserang beberapa penyakit. Diantaranya adalah resistensi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, penyakit hati berlemak dan sindrom metabolik. Maka dari itu tak mengherankan jika beberapa jurnal ilmiah mengatakan bahwa fruktosa diklaim sebagai pemanis yang paling berbahaya.

Bagaimana, sudah paham perbedaan sukrosa, glosa, dan fruktosa kan? Semoga kamu bisa menggunakan beberapa pemanis di atas dengan bijak supaya kesehatanmu tetap terjaga. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment